31 Oktober 2022
Bacaan Hari ini:
Yohanes 8:36 “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
Berbicara tentang kemerdekaan, yang sering terlintas di benak kita ialah soal kebebasan politik atau agama. Akan tetapi ada satu kemerdekaan yang jauh lebih berarti: kemerdekaan spiritual Anda.
Kebanyakan orang tidak menjalani kehidupan yang merdeka secara spiritual. Mereka terkekang dari dalam. Mereka mengalami stres, kekhawatiran, kelelahan, kebosanan, kepahitan, rasa bersalah, penyesalan, ketakutan, dan kecemasan. Mereka mungkin hidup di negara yang bebas, tetapi mereka tidak merdeka secara rohani.
Yesus berkata dalam Yohanes 8:36, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." Di sini, Yesus berbicara tentang diri-Nya sendiri. Maksud-Nya, “Ketika Aku telah memerdekakan engkau, berarti engkau akan sepenuhnya merdeka.”
Inilah yang saya sebut kemerdekaan yang sepenuh. Dan selama beberapa hari ke depan, kita akan melihat empat kemerdekaan lainnya yang Yesus berikan kepada Anda ketika Anda meletakkan iman Anda kepada-Nya sebagai Juruselamat Anda.
Kemerdekaan pertama dari kehidupan Kristen yaitu hati nurani yang bersih. Itulah yang terjadi ketika Allah mengampuni dan menghapus semua dosa Anda. Dia mengambil penghapus raksasa untuk menghapus semua kesalahan yang pernah atau yang akan Anda lakukan.
Saya pernah melihat satu tanda di sebuah pompa bensin yang bertuliskan, “Mesin yang bersih punya lebih banyak tenaga.” Ini sama dengan hati nurani kita. Rasa bersalah ialah salah satu emosi yang paling merusak. Itu hanya akan membebani Anda. Alasan mengapa begitu banyak orang menjadi lelah yaitu karena mereka selalu membawa sebuah kantong sampah rasa bersalah di pundak mereka.
Tetapi Alkitab memberi tahu Anda, “Di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa”
(Kolose 1:14).
Yesus telah menebus kebebasan Anda dengan nyawa-Nya sendiri. Kematian-Nya tidak bertujuan untuk membuat Anda relijius, tetapi untuk memerdekakan Anda.
Apakah orang Kristen harus merasa bersalah kepada Kristus? Ya—tetapi untuk sepersekian detik. Maksudnya, saat Anda melakukan sesuatu yang salah, akuilah itu dan mintalah pengampunan-Nya, dan kemudian jangan merasa bersalah karenanya.
Ketika Anda terus merasa bersalah, itu sebenarnya merupakan suatu penghinaan terhadap Yesus. Itu seolah mengatakan, “Yesus, apa yang Engkau lakukan di kayu salib tidaklah cukup. Aku juga harus menghukum diriku sendiri.”
Sebaliknya, bayangkan bangun setiap hari dan berseru “Saya tidak perlu khawatir tentang itu lagi. Semuanya telah berakhir. Allah telah menebusnya. Yesus mampu melakukan yang mustahil!
Kemerdekaan yang sepenuh adalah memiliki hati nurani yang bersih. Itu bukan berarti Anda sempurna. Itu berarti Anda telah diampuni.
Sungguh sebuah kabar baik!
Renungkan hal ini:
- Mengapa kemerdekaan spiritual merupakan jenis kemerdekaan yang paling dalam?
- Apa kaitannya berpegang pada rasa bersalah sama dengan memberi tahu Yesus bahwa apa yang telah Dia lakukan di kayu salib tidak cukup?
- Dengan mengingat kebenaran ini, bagaimana Anda akan bergerak maju hari ini, menuju kemerdekaan dan menjauh dari rasa bersalah?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 12-15; I Timotius 6
*Allah menghendaki supaya hidup Anda tidak lagi memikul beban rasa bersalah. Dia ingin Anda merdeka sepenuhnya.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional