Bagaimana Keagungan Allah Menghilangkan Rasa Takut

11 November 2022

Bacaan Hari ini:
Matius 8:26-27 “Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? " Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"


Setiap kali Anda berada di tengah situasi yang sama sekali tak dapat Anda kendalikan, alihkan fokus Anda pada keagungan Allah. Ini yang disebut ibadah, dan inilah penangkal ketiga untuk menangkal badai kehidupan yang berpotensi menghancurkan kehidupan kita.

Selama masa-masa sulit—ketika kesehatan Anda menurun, pasangan Anda berselingkuh, atau ketika teman-teman Anda kerap mengkritik—Anda punya pilihan. Apakah Anda memilih untuk khawatir? Atau memuliakan Tuhan?

Ada sebuah contoh yang indah tentang hal ini dalam Perjanjian Baru. Ketika Yesus berada di atas perahu bersama murid-murid-Nya di Danau Galilea, tiba-tiba angin ribut terjadi. Danau Galilea- dari dulu hingga sekarang- berada di bawah permukaan laut dan dikelilingi perbukitan yang mengakibatkan badai yang menerjang tiba-tiba.

Matius 8:24-25 mengatakan, “Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

Perahu itu terombang-ambing, tetapi Yesus tetap tidur. Dia tidak terganggu; Dia tidak khawatir. Tetapi justru sebaliknya, para murid sangat panik.

Yesus kemudian berkata kepada mereka, “Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? " Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?" 
(Matius 8:26-27)

Peristiwa ini membuat para murid terkesima pada Yesus, dan membuat mereka lupa sejenak siapa Yesus itu. Tetapi ketika mereka melihat Dia menunjukkan kuasa-Nya atas alam, itu mengalihkan fokus mereka dari ketakutan mereka kepada keagungan Allah. Singkat kata, pengalaman tersebut membuat mereka memuliakan Allah.

Mengagungkan Allah ialah suatu cara untuk memulai pelayaran Anda, sehingga badai kehidupan membawa Anda ke arah yang ingin Anda tuju—menuju kepada Yesus. Badai dapat mendorong Anda keluar jalur dan berpotensi menenggelamkan dan mengancam jiwa Anda. Sebaliknya, biarkan badai rasa sakit, trauma, dan stres mendorong Anda untuk fokus pada Allah dan mengarahkan perahu Anda ke arah-Nya.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini badai dalam hidup Anda telah menarik Anda mendekat kepada Allah? Kapan badai telah mendorong Anda menjauh dari Allah?
- Jelaskan satu waktu ketika Anda menyaksikan bagaimana Allah menunjukkan kuasa-Nya atas alam. Bagaimana reaksi Anda?
- Kapan terakhir kali Anda terkagum-kagum pada Yesus? Dalam keadaan apa?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 7-9; Ibrani 1:1-14    


Apa yang Anda takutkan di musim kehidupan Anda ini? Apa pun itu, bersama Yesus di perahu Anda, perahu Anda tidak akan karam. Dia memiliki kuasa atas alam—dan atas segala sesuatu yang lain.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional