16 Januari 2023
Bacaan Hari ini:
Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Ada dua ayat dalam Alkitab yang ditulis oleh penulis yang sama tetapi seolah mengirim pesan yang berlawanan:
1 Yohanes 2:15 mengatakan, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” Itu cukup jelas!
Namun, Yohanes 3:16 berbunyi, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Bukankah itu terlihat seperti sebuah kontradiksi!
“Dunia” dipakai dengan dua cara yang berbeda dalam kedua ayat ini. Ayat pertama mengacu pada sistem nilai dunia, dan yang kedua mengacu pada orang-orang dunia. Pengikut Yesus harus mengasihi orang lain, apa pun pilihan hidup yang mereka buat. Tapi sebaliknya, kita harus membenci sistem nilai dunia, seperti status, keegoisan, atau percabulan.
Tetapi masalahnya adalah kita sering melakukan yang sebaliknya. Kita menyukai sistem nilai dunia, dan malah membenci orang-orangnya. Orang Kristen seperti ini sepanjang waktu. Alih-alih menjadi berbeda, kita sering kali sama materialistis dan hedonisnya dengan budaya di mana kita hidup. Itu berjalan mundur dari panggilan Tuhan atas kita.
Seumur hidup Anda, Anda akan menghadapi tekanan dan godaan besar untuk mencocokkan diri dengan budaya dunia. Inilah masalah terbesar bangsa Israel selama ribuan tahun. Mereka ingin seperti bangsa-bangsa lain, tetapi Allah memberi mereka semua jenis hukum moral, sipil, dan seremonial untuk dengan sengaja membuat mereka berbeda.
Allah juga melakukan hal yang sama buat Anda dan saya. Kita tidak hidup di bawah Hukum Perjanjian Lama, tetapi Allah memerintahkan kita dengan tegas bagaimana kita harus menjalani hidup dan bagaimana mendapatkan hikmat serta kuasa untuk bisa berdiri teguh, berbeda dari dunia ini: “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”
(Roma 12: 2).
Salah satu alasan mengapa Anda tidak tahu apa yang Tuhan ingin Anda lakukan dalam hidup ini ialah karena Anda mungkin terlalu berasimilasi dengan budaya dunia. Ini sering terjadi tanpa Anda sadari. Akan tetapi, Anda tidak bisa berpikir seperti dunia ini sekaligus berpikir seperti Tuhan. Anda harus memilih salah satunya.
Masalah yang muncul ketika mengikuti budaya dunia adalah itu semua bersifat sementara, sedangkan Anda harus mengikuti sesuatu yang kekal: firman Tuhan.
Renungkan hal ini:
- Norma-norma budaya apa yang menjadi bagian dari hidup Anda yang sebenarnya bertentangan dengan Firman Tuhan?
- Jika Anda kesulitan memikirkan cara-cara yang membuat Anda berasimilasi dengan budaya sekuler, tuliskan beberapa bidang kehidupan Anda (keluarga, karier, keterlibatan di gereja, dll.) dan lima nilai hidup terpenting yang mendorong Anda di setiap bidang tersebut. Kemudian, pelajarilah apakah nilai-nilai tersebut adalah berlandaskan pada budaya dunia atau pada firman Tuhan. Apa saja yang harus Anda ubah?
- Ada apa dengan hal-hal duniawi yang temporer ini yang terasa begitu menyenangkan tapi hanya bertahan sebentar?
Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 39-40; Matius 11
Isi pikiran Anda dengan kebenaran Tuhan, dan biarkan itu mengubah hidup Anda dengan mengubah apa yang Anda sukai.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional