Cara Melawan Kekuatan yang Destruktif

09 November 2022

Bacaan Hari ini:
Efesus 4:14 “Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.”


Salah satu kekuatan alam yang paling kuat ialah angin. Itulah mengapa Alkitab menggunakan angin ribut (badai) sebagai perumpamaan untuk banyak hal. Ada badai pencobaan, masalah, konflik, dan godaan. Tetapi Tuhan memampukan kita untuk bertarung melewati setiap badai tersebut setiap hari.

Efesus 6:13 mengatakan, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.”

Arti kata “perlawanan” dalam ayat ini ialah “tetap berdiri teguh meski dihantam oleh kekuatan yang destruktif.” Salah satu cara terbaik untuk tidak terombang ambing oleh badai kehidupan ialah dengan tetap terhubung dengan keluarga rohani Anda.

Salah satu hal pertama yang Dia firmankan adalah, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja” 
(Kejadian 2:18). 

Baik Anda telah menikah atau tidak, itu sama saja. Anda membutuhkan keluarga rohani yang menopang Anda sehingga Anda dapat tetap terhubung dengan mereka ketika badai melanda. Salah satu alasan utama Yesus menciptakan gereja-Nya ialah untuk menjadikan kita sebagai keluarga yang saling mendukung.

Lihatlah perikop ini dari Efesus 4:11-12, 14: “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.”

Dari perikop ini, kita belajar bahwa gereja Allah adalah alat-Nya untuk membangun umat-Nya dalam kehidupan yang lebih baik. Dia memberi orang-orang tertentu untuk melakukan ini. Saya salah satu dari mereka. Saya seorang pendeta dan guru. Tapi karunia saya bukanlah untuk kepentingan saya, tetapi juga untuk kepentingan orang lain.

Hal lain yang Anda pelajari ialah tugas “para rasul, para nabi, penginjil, dan para pendeta” adalah menjaga gerejanya agar tidak terombang ambing oleh pengajaran yang sesat dan “oleh rupa-rupa angin pengajaran.”

Keyakinan seseorang dapat dengan mudah berubah. Mereka percaya satu cara tahun ini dan cara lainnya tahun depan. Bukan hanya pemikiran dan kepercayaan orang yang berubah, tetapi juga informasi. Tidak ada yang lebih tidak relevan dibanding buku yang berumur 10 tahun tentang komputer atau tentang anatomi. Buku-buku ini tidak lagi berguna karena seiring dengan perkembangan zaman, kita selalu menemukan hal-hal baru.

Namun, kebenaran firman Allah tidak akan pernah berubah. Jika itu benar 2.000 tahun yang lalu, itu juga akan benar 2.000 tahun dari hari ini. 

Yesaya 40:8 mengatakan, “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”

Ada banyak perubahan angin dalam budaya kita saat ini yang sangat sangat salah, misalnya, tipu muslihat, kebohongan, dan kebenaran yang setengah setengah. Jangan "terombang ambing," tetaplah berhubungan dengan keluarga gereja Anda.

Renungkan hal ini:
- Bagaimana selama ini Anda melihat keluarga gereja, baik itu keluarga Anda atau orang lain, memberikan sokongan kepada sesama selama musim sulit?
- Gambarkan damai sejahtera atau jaminan yang Anda rasakan setelah membaca Yesaya 40:8, “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”
- Bagaimana Anda pernah terpengaruh oleh orang-orang yang mencoba memperdayai Anda “oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan” 
(Efesus 4:14)?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 1-3; Titus 2-3    


Allah tidak pernah merancang Anda untuk menghadapi hari-hari sulit seorang diri.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional