Empat Tanda Ketakutan Memengaruhi Visi Anda

Bacaan Hari ini:
Filipi 4:19 “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”

Pernahkah Anda perhatikan bahwa ketakutan membuat Anda sengsara? Menatap kehidupan dan masa depan dengan mata ketakutan tidak akan pernah menghasilkan sukacita.

Setelah para pengintai memberikan laporan tentang Tanah Perjanjian kepada Musa—kebanyakan negatif—beginilah respons bangsa Israel, “Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka, "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!” 
(Bilangan 14:1-2).

Nah, itulah yang disebut mengasihani diri sendiri. Umat Israel begitu takut akan apa yang akan terjadi, hingga mereka berkata lebih ingin mati di padang gurun daripada memercayai apa pun yang Allah janjikan buat mereka.

Ayat-ayat dalam Bilangan 14 ini memberikan empat tanda peringatan. Ketika tanda-tanda ini muncul dalam hidup Anda, Anda akan tahu bahwa Anda sedang melihat masa depan dengan mata ketakutan.

Kesedihan Anda bertambah. Depresi dapat disebabkan oleh banyak hal, dan itu merampas kebahagiaan Anda. Jika Anda merasa kesedihan menjauhkan kebahagiaan Anda, pikirkanlah apakah Anda sedang membiarkan ketakutan Anda mengubah perspektif Anda.

Keluhan Anda bertambah. Ketika Anda takut, Anda ingin berbagi penderitaan Anda kepada orang lain. Jika Anda merasa lebih banyak mengeluh akhir-akhir ini, coba tanya pada pasangan atau teman-teman Anda. Kadang mereka bisa melihat lebih baik bagaimana rasa takut Anda tampak begitu nyata dibanding diri Anda sendiri.

Anda mulai mempertanyakan. Semua umat Israel mengeluh tentang orang-orang yang telah membawa mereka keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Ketakutan selalu menabur benih keraguan.

Anda ingin mundur. Karena perspektif mereka begitu disetir oleh rasa takut, maka orang Israel berpikir lebih baik mati dalam perbudakan di Mesir. Tentu saja mereka tidak sungguh-sungguh menginginkannya. Namun ketika Anda hidup dengan visi yang berdasarkan pada ketakutan alih-alih pada iman, Anda tak dapat melihat masa depan dengan pengharapan.

Tentunya Anda tak ingin menjadi seseorang yang selalu mengeluh dan selalu melihat ke belakang. Itulah mengapa Tuhan ingin Anda melihat masa depan dengan mata iman, bukan dengan ketakutan. Mulailah menajamkan iman Anda hari ini dengan menyediakan waktu khusus bersama Tuhan dan merenungkan Firman-Nya, yang mengatakan, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” 
(Filipi 4:19).

Bacaan hari ini:
- Bagaimana dengan mengetahui janji-janji Allah membantu Anda memandang masa depan dengan tujuan dan sukacita?
- Jika penderitaan butuh orang lain untuk berbagi, lalu apa pengaruh sukacita pada diri Anda dan pada cara Anda berinteraksi dengan orang lain?
- Apa yang harus Anda korbankan untuk menghabiskan lebih banyak waktu mempelajari Firman Tuhan agar hidup Anda dipandu oleh iman, bukan oleh ketakutan?

 

Semakin Anda mengenal Allah serta janji-janji-Nya, semakin terarah dan penuh sukacita Anda dalam melangkah menuju masa depan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional)