09 Januari 2023
Bacaan Hari ini:
Keluaran 20:9-10 “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.”
Dalam Alkitab, hari istirahat disebut hari Sabat. Itu merupakan hari di mana Anda berhenti melakukan pekerjaan Anda— tidak hanya pekerjaan dari tempat kerja, tapi juga pekerjaan apa pun.
Tuhan tidak membuat hari Sabat buat kepentingan-Nya sendiri. Dia membuatnya untuk Anda: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat”
(Markus 2:27).
Tuhan
membuat hari Sabat agar Anda tidak kelelahan.
Akan tetapi, banyak orang mengabaikan kebutuhan mereka akan hari Sabat. Ketika Anda mengabaikan hukum Allah ini, siapa yang menderita? Bukan Dia. Mengabaikan kebutuhan Anda akan istirahat hanya akan membuat Anda kelelahan dan kewalahan.
Mengambil hari Sabat bisa jadi teramat sulit apabila Anda adalah seorang wiraswasta atau bekerja dari jarak jauh. Jika Anda tidak memasukkan hari Sabat ke dalam jadwal Anda, maka Anda tidak akan pernah beristirahat.
Apa pun pekerjaan atau situasi kerja Anda, tak masalah di hari apa dalam satu minggu Anda mengambil hari Sabat. Yang terpenting adalah Anda mengambilnya! Layaknya Anda menjadwalkan kegiatan-kegiatan Anda lainnya untuk satu minggu Anda, Anda juga harus menjadwalkan hari Sabat Anda.
Apa yang harus Anda lakukan pada hari Sabat?
- Istirahatkan tubuh Anda. Dalam Revolusi Prancis, para pemimpin pemerintahan menghapuskan hari Minggu sebagai hari istirahat, tetapi kemudian mengembalikannya karena kesehatan negara malah hancur. Anda mungkin berpikir, "Tapi saya merasa bersalah kalau saya bersantai." Ikuti teladan Yesus. Dia tidak merasa bersalah karena mengambil hari Sabat; Dia justru menjadikannya sebagai prioritas.
- Isi ulang emosi Anda. Anda dapat mengisi ulang emosi Anda lewat ketenangan, kesunyian, rekreasi yang memulihkan pikiran Anda, atau mengabiskan waktu bersama orang-orang terkasih.
- Fokuskan kembali semangat Anda. Ibadah memfokuskan hidup Anda pada perspektif surga. Itu termasuk ibadah di gereja dan saat teduh bersama Tuhan.
Lalu, jika Anda mulai menaati perintah Allah untuk memelihara hari Sabat, apa yang akan terjadi? Pada akhirnya Anda akan mempunyai lebih banyak waktu.
Amsal 14:30 berkata, “Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.”
Ingat, Anda tak perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun. Anda bahkan tak perlu membuktikan nilai Anda kepada Tuhan karena Anda sudah sangat berharga bagi-Nya.
Renungkan hal ini:
- Anda punya 168 jam setiap minggu. Luangkan waktu sejenak untuk menulis berapa banyak waktu yang biasanya Anda habiskan setiap minggunya untuk berbagai aktivitas (bekerja, tidur, makan, mengemudi, aktivitas fisik, aktivitas spiritual, keluarga, hobi, dsb). Kurangi dari total 168 jam tersebut untuk hari Sabat Anda.
- Lihatlah catatan yang Anda buat itu setiap minggunya. Berapa jam seminggu Anda bekerja? Menurut Anda, berapa jam seharusnya Anda bekerja? Apa yang membuat waktu Anda terlalu banyak atau terlalu sedikit?
- Di mana dalam jadwal Anda tersebut, Anda dapat menjadikan istirahat dan hari Sabat sebagai prioritas Anda?
Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 23-24; Matius 7
Ambillah hari Sabat, karena Anda dapat beristirahat dalam kebaikan dan kasih Tuhan atas Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional