Fokuslah pada Orang yang Ingin Membantu

22 November 2022

Bacaan Hari ini:
Galatia 2:9 “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat”


Tidak semua orang ingin menjadi bagian dari rencana yang diberikan Tuhan atas Anda- dan itu lumrah. Maka, tetaplah mengasihi semua orang, tetapi tanamlah hanya kepada mereka yang bersedia.

Terutama, fokuslah pada mereka yang ingin membantu Anda. Itulah strategi Yesus. Dia mengasihi semua orang; Dia memberi makan 5.000 orang dan berkhotbah kepada orang banyak. Tetapi Dia hanya mengajari 70 orang, memuridkan 12 orang, dan membimbing tiga orang. Fokusnya semakin terpusat bersama lebih sedikit orang.

Tiga orang yang dibimbing Yesus ialah Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Hanya Petrus, Yakobus, dan Yohanes yang naik ke atas gunung yang tinggi, di mana Yesus dimuliakan. Hanya Petrus, Yakobus, dan Yohanes yang diajak Yesus ke Taman Getsemani (Matius 26:39) untuk berdoa bersama-Nya. Dan hanya Petrus, Yakobus, dan Yohanes yang menyaksikan ibu mertua Petrus disembuhkan.

Apakah mereka murid kesayangan Yesus? Ya. Dia menginvestasikan sebagian besar waktu-Nya dengan mereka, yang akan memikul tanggung jawab yang begitu besar. Dan strategi-Nya itu berhasil. Kemudian, di dalam Alkitab dikatakan dalam kitab Galatia — Paulus menyebut Petrus, Yakobus, dan Yohanes sebagai “sokoguru jemaat” 
(Galatia 2: 9).

Akan tetapi, tidak semua orang ingin menjadi bagian dari misi Yesus. Dia punya seorang pembelot bernama Yudas, salah satu dari 12 murid-Nya. Meskipun pengkhianatan Yudas menyebabkan kekacauan yang sangat besar, Yesus tetap memusatkan perhatian-Nya pada 11 murid-Nya yang setia, bukan pada yang tidak setia.

Beberapa orang dalam hidup Anda akan mengecewakan atau mengkhianati Anda. Bila itu terjadi, ingatlah: Jangan sia-siakan waktu Anda untuk menghakimi mereka. Alkitab mengatakan, “Tapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah” 
(Roma 14:10). 
Mereka bertanggung jawab kepada Tuhan, bukan kepada Anda.

Nehemia tidak membuang waktunya untuk menghakimi orang-orang yang mengecewakannya. Para pemuka di kota Tekoa tidak mau membantu dia membangun kembali bagian dari tembok Yerusalem di wilayah mereka sendiri. Kata Nehemia, “Dan berdekatan dengan dia orang-orang Tekoa. Hanya pemuka-pemuka mereka tidak mau memberi bahunya untuk pekerjaan tuan mereka”
 (Nehemia 3:5). 
Hanya itu yang ia katakan. Nehemia tidak berspekulasi atau mencoba mereka-reka apa alasan mereka menolaknya. Nehemia tahu waktu yang dihabiskan untuk menghakimi mereka hanya akan membuang waktunya.

Renungkan hal ini:
- Siapa yang telah berinvestasi pada Anda karena Anda telah mendukung impian dan tujuan mereka? Apa yang telah Anda capai bersama?
- Bagaimana hal itu mendorong Anda untuk mengetahui bahwa bahkan Yesus sekali pun punya orang-orang yang tidak mendukung-Nya. Namun, Dia telah menyelesaikan tindakan kasih luar biasa sepanjang masa dengan “memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib” 
(1 Petrus 2:24)?
- Dalam hal apa Anda kesulitan untuk mengasihi mereka yang tidak mendukung Anda?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 1:1-7 ; Ibrani 7:1-10    


Ketika seseorang menolak untuk membantu Anda dalam melaksanakan apa yang Tuhan telah panggil buat Anda lakukan, jangan khawatir. Biarkan saja Tuhan menjadi Tuhan—dan tetaplah fokus pada orang-orang yang ingin membantu.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional