19 Januari 2023
Bacaan Hari ini:
Filipi 4:12-13 “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Kepuasan tidak muncul begitu saja pada manusia. Pada dasarnya, kita adalah domba-domba yang gelisah. Tetapi kita bisa mempelajarinya. Untuk bisa belajar tentang kepuasan, kita perlu secara konsisten berhenti meraup lebih banyak.
Filipi 4:12-13 mengatakan, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Jika Anda pergi ke pantai-pantai di California Selatan, Anda akan melihat banyak rumah yang indah nan mewah, tetapi pemiliknya jarang sekali berada di sana untuk menikmatinya. Mereka selalu bekerja, mencari uang untuk melunasi pinjaman bank yang sangat amat besar. Mereka, layaknya kebanyakan orang di seluruh dunia, diliputi oleh hasrat untuk mendapatkan. Hasrat ini mendorong Anda untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak mampu Anda beli, contohnya, pinjaman bank yang ada di atas kemampuan finansial Anda. Kemudian Anda menjadi terlalu lelah secara finansial sehingga harus senantiasa terus-menerus bekerja untuk melunasinya. Setelah itu, Anda jadi kelelahan secara emosional dan hubungan Anda mulai memburuk. Dan pada akhirnya, Anda kehilangan tujuan dalam memiliki rumah yang begitu mewah.
Alkitab mengatakan dalam Pengkhotbah 4:6, “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.”
Hal paling luar biasa dalam hidup bukanlah benda.
Di Amerika, “meninggal dalam keadaan tanpa uang sepeser pun” dianggap sebagai suatu tragedi. Tapi menurut saya, itu waktu yang tepat! Jika Anda meninggalkan dunia ini setelah menghabiskan uang Anda yang terakhir, saya menyebutnya bijak, bukan bodoh.
Tak ada seorang pun yang meminta “sesuatu” di momen-momen terakhir kehidupan mereka. Biasanya mereka meminta untuk bertemu seseorang, sebab pada akhirnya semua orang belajar bahwa segala sesuatunya dalam hidup ini adalah tentang menjalin hubungan dengan orang lain. Mengapa kita tidak mempelajari hal itu lebih awal? Sekarang itu pasti akan menyingkrikan banyak stres.
Renungkan hal ini:
- Mana yang lebih penting buat Anda—memiliki sesuatu atau membangun hubungan dengan orang lain? Akankah keluarga dan teman Anda sepakat dengan penilaian diri Anda ini?
- Menurut Anda apa artinya meninggalkan warisan? Warisan seperti apa yang ingin Anda tinggalkan?
- Paulus berkata dalam Filipi 4:13 bahwa “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Menurut Anda, perkara-perkara apa yang sedang Dia maksud?
Bacaan Alkitab Setahun :
Kejadian 46-48; Matius 13:1-30
Hidup bukanlah soal prestasi, pencapaian, atau memiliki lebih banyak benda.
Hidup adalah tentang hubungan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional