25 Juni 2022
Bacaan Hari ini:
1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Dalam banyak budaya di seluruh dunia, orang-orang biasanya menggunakan hari-hari atau musim tertentu untuk mengucap syukur. Tetapi, Tuhan ingin Anda sungguh-sungguh dengan rasa syukur Anda setiap hari. Dia ingin Anda membangun kebiasaan spiritual ini sebab ini merupakan cerminan dari kehidupan orang percaya yang sejati. Dan semakin dalam Anda memahami kasih Allah, semakin bersyukur Anda.
Apa artinya bersyukur dengan sepenuh?
Alkitab berkata dalam 1 Tesalonika 5:18, “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Bagaimana bisa kita senantiasa bersyukur bahkan dalam keadaan sulit sekalipun?
Karena dalam setiap keadaan, Tuhan pegang kendali. Dia dapat mendatangkan kebaikan dari situasi yang buruk. Dia dapat membalikkan kesalahan terburuk yang pernah Anda perbuat. Apa pun yang terjadi, Tuhan tidak akan berhenti mengasihi Anda.
Rasa syukur yang sepenuh—bersyukur dalam segala keadaan—merupakan kehendak Tuhan, sebab itu menciptakan persekutuan.
Apa maksudnya?
Rasa syukur selalu membangun hubungan yang lebih dalam antara Anda dengan orang lain, dan antara Anda dengan Tuhan.
Bila Anda ingin lebih dekat dengan seseorang, mulailah mengungkapkan rasa terima kasih Anda kepada orang tersebut. Mungkin saat ini Anda merasa jauh dari pasangan Anda. Perasaan cinta yang dulu ada telah hilang sebab Anda berhenti melakukan hal-hal yang menimbulkan perasaan cinta—dan akibatnya sekarang Anda saling menyepelekan satu sama lain. Maka mulailah melakukan apa yang Anda lakukan ketika dulu Anda berkencan: Ungkapkanlah rasa syukur Anda kepada pasangan Anda. Tulis dan berikan sebuah catatan kecil tentang kebaikan hati atau kata-kata penyemangat untuk mereka. Telepon atau SMS mereka di sela waktu kerja mereka, beri tahu mereka betapa Anda bersyukur atas kehadiran mereka di hidup Anda.
Apakah Anda ingin menguatkan kelompok kecil Anda? Hanya datang ke persekutuan saja tidaklah cukup, hubungi para anggota di grup Anda di hari-hari biasa. Katakan, "Saya bersyukur atas Anda, dan ini alasannya..." Dengan melakukan demikian, Anda akan merasa semakin bersyukur atas kelompok kecil Anda, dan akhirnya semakin erat ikatan Anda dengan mereka.
Marilah kita “masuk melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun”
(Mazmur 100:4-5).
Renungkan hal ini:
- Dalam keadaan apa Anda merasa sulit untuk bersyukur saat ini? Apa satu hal yang bisa Anda syukuri dari keadaan itu?
- Apa saja cara simpel dan khusus yang bisa Anda gunakan untuk mengungkapkan rasa syukur Anda kepada pasangan, teman, atau anggota kelompok kecil Anda?
- Dalam proses Anda membiasakan sikap syukur, perubahan apa yang menurut Anda akan Anda lihat dalam diri Anda serta hubungan Anda?
Bacaan Alkitab Setahun :
Ayub 3-4; Kisah Para Rasul 7:44-60
Anda dapat menemukan seratus hal buat disyukuri dalam situasi apa pun, bahkan di tengah krisis sekalipun.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional