30 Januari 2023
Bacaan Hari ini:
Yohanes 10:10-11 “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Apa yang ada dalam hati kita sering kali menentukan apa yang kita rasakan ketika kita melihat orang lain. Ketika kita melihat kerumunan orang, kita gampang sekali merasa terganggu atau tidak sabaran. Tetapi sebaliknya, ketika Yesus melihat orang banyak, “tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala”
(Matius 9:36).
Seperti itulah Yesus memandang Anda: dengan belas kasih. Dia tidak menjatuhkan Anda. Dia mengangkat Anda! Tidak peduli seberapa marah, sakit hati, atau kecewanya Anda, Yesus akan selalu merespons Anda dengan belas kasih. Dia tahu betapa tidak berdayanya kita tanpa Dia, “terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”
Tanpa gembala, domba tidak berdaya. Mereka tidak punya cakar, mereka tidak bisa berlari kencang, dan gigi mereka pun tidak terlalu tajam. Mereka butuh perlindungan seorang gembala.
Di sepanjang Alkitab, domba diibaratkan sebagai umat Allah. Yohanes 10:10-11 mengatakan, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
Belas kasih yang seperti itu hanya datang dari Yesus, Gembala kita yang Baik. Dan itu berbeda dengan simpati dan empati.
Simpati berkata, "Saya turut sedih," lalu berhenti di situ. Sementara empati adalah komitmen yang lebih dalam, berkata, "Saya terluka bersama Anda." Tetapi belas kasih berkata, "Saya akan melakukan apa pun untuk menghentikan rasa sakit Anda."
Begitulah, pada dasarnya, yang Yesus lakukan melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Dia telah melakukan apa pun untuk menghentikan rasa sakit Anda, bahkan jika itu berarti mati di kayu salib, bahkan jika itu berarti paku ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya. Belas kasih dengan tulus bersedia melakukan apa pun untuk menolong.
Yesus mengatakan alasan Dia datang “bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”
(Markus 10:45).
Perhatikan dua kata "melayani" dan "memberi." Dua kata ini mendefinisikan apa artinya mengikuti Yesus.
Apakah Anda melihat orang-orang yang sedang terluka dan tak berdaya seperti cara Yesus melihat Anda? Apakah Anda penuh cinta dan kasih sayang, dan bersedia melakukan apa pun yang Anda bisa untuk menghentikan rasa sakit mereka?
Renungkan hal ini:
- Jelaskan satu waktu di mana Anda tersentuh oleh belas kasih terhadap seseorang. Bagaimana cara Anda merespons mencerminkan belas kasih Anda?
- Apakah saat ini Anda sulit memandang Allah sebagai Maha Pengasih? Mengapa atau mengapa tidak?
- Dalam area apa saja dalam hidup Anda di mana Allah ingin Anda membangun lebih banyak belas kasih kepada orang lain?
Bacaan Alkitab Setahun :
Keluaran 23-24; Matius 20:1-16
Alkitab berulang kali memberi tahu kita bahwa ketika Yesus melihat orang yang terluka, Dia tergerak oleh belas kasih-Nya. Allah ingin Anda seperti Dia, memandang orang lain dengan cara yang sama.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional