14 Oktober 2022
Bacaan Hari ini:
Amsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
Banyak orang meminta Tuhan untuk menjamin kesuksesan mereka bahkan sebelum mereka mencoba melaksanakan apa yang Dia perintahkan. Itu bukan iman, sebab iman selalu punya risiko.
Iman berarti Anda tetap taat bahkan ketika Anda tidak mengerti. Misalnya, memaafkan selalu jadi sesuatu yang sulit sebelum Anda melaksanakannya, karena itu ialah salah satu ujian terberat dari iman Anda. Ketika seseorang menyakiti Anda, memaafkan orang tersebut mungkin terasa janggal dan tidak adil, tetapi pengampunan selalu jadi pilihan yang tepat, terlepas apakah Anda memahaminya atau tidak.
Ingat ketika Anda kecil, orang tua Anda menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tidak masuk akal buat Anda? Tetapi sekarang, Anda dapat mengingat lagi ke belakang dan memahami perspektif orang tua Anda.
Seperti itulah Tuhan bekerja.
Iman adalah melakukan apa yang benar, bahkan ketika itu tampak tidak masuk akal buat Anda. Amsal 3:5 mengatakan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
Alkitab memberikan contoh yang bagus tentang hal ini dalam kisah Gideon dalam kitab Hakim-Hakim 7. Gideon membawa 300 pasukan Israel untuk berperang melawan 135.000 tentara musuh. Kemungkinannya adalah 450 banding satu. Allah menyuruh para pasukan Israel untuk membawa obor, sangkakala (terompet), dan buyung (pot tanah liat)—perintah yang saya yakin bagi Gideon sendiri pun terdengar menggelikan.
Kemudian Allah menyuruh Gideon meletakkan pot tanah liat itu menutupi obor sehingga cahayanya tidak terlihat di malam hari, dan kemudian memerintahkan mereka berjalan mengelilingi perkemahan musuh. Instruksi Allah kira-kira seperti ini: “Ketika Aku menyuruh engkau meniup sangkakala, pecahkan buyung, dan biarkan obor itu menerangi kemah musuh, maka itu akan terlihat seperti pasukan besar sedang mengelilingi kemah mereka. Kemudian itu akan menyebabkan kekacauan massal, dan tentara musuh pada akhirnya akan saling bertarung melawan satu sama lain.”
Gideon menaatinya, meskipun itu tak masuk akal. Pasukan Israel meniup sangkakala mereka, memecahkan buyung mereka, dan menyalakan obor mereka. Para tentara musuh pun bangun dengan terkaget-kaget dan mulai berkelahi satu sama lain, alih-alih menyerang pasukan Israel. Karena Gideon melakukan apa yang telah Allah perintahkan—walau tidak memahaminya—pasukan Israel pun memenangkan pertempuran itu.
Terkadang Allah menyuruh Anda melakukan sesuatu yang tampak konyol—seperti pergi berperang menghadapi rintangan yang luar biasa berat. Tetapi ketika Anda beriman, Anda akan tetap percaya kepada Allah, bahkan ketika Anda tidak mengerti apa yang Dia minta Anda kerjakan.
Sama seperti Gideon dan pasukannya, Anda tak dapat menjalani hidup yang beriman jika tanpa risiko. Tetapi Allah dapat melihat keseluruhan gambaran besarnya. Percayalah pada-Nya dan lakukanlah apa yang Dia minta.
Renungkan hal ini:
- Apa hal paling mengejutkan yang pernah Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan? Bagaimana hasilnya?
- Alkitab mengatakan Anda tak boleh berpegang pada pemikiran Anda sendiri. Apa area tertentu dalam hidup Anda di mana Anda secara khusus tergoda untuk berpegang pada pemikiran Anda sendiri, bukan pada pemikiran Tuhan? Mengapa?
- Apa ketakutan terbesar Anda ketika Anda diminta untuk mematuhi sesuatu yang tidak Anda mengerti?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yeremia 1-3; Kolose 3 : 1-17
Anda tidak akan pernah tahu keseluruhan gambarannya, tetapi Tuhan tahu.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional