30 September 2022
Bacaan Hari ini:
Lukas 6:35 “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.”
Surga mungkin terdengar sudah cukup buat Anda. Tetapi tahukah Anda bahwa akan ada upah di surga?
Selama berada di Bumi, Anda akan diganjar atas ketaatan Anda kepada Yesus.
Tuhan memperhatikan segala sesuatu dalam hidup Anda. Anda akan diganjar atas tindakan, ucapan, dan pikiran baik Anda; atas karakter dan keputusan baik Anda; atas kemurahan hati dan pengorbanan Anda. Anda akan dihargai karena mengasihi musuh Anda dan tidak menyerah ketika sulit untuk melakukan hal yang benar.
Anda akan mendapatkan upah karena menuntun orang lain kepada Yesus Kristus. (Apakah ada orang yang akan berada di surga oleh karena Anda?)
Anda akan diganjar oleh karena sabar menanggung kritik yang Anda terima karena sebagai orang Kristen, dan karena diperlakukan tidak adil sebagai orang Kristen. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu”
(Matius 5:11-12).
Tuhan sedang melihat itu semua dan akan mengganjarnya dengan upah di surga.
Upah ini tak ada hubungannya dengan keselamatan Anda. Satu-satunya cara Anda masuk surga ialah dengan beriman pada apa yang telah Yesus Kristus lakukan buat Anda. Anda tidak dapat masuk surga lewat perbuatan baik Anda. Namun yang pasti, Alkitab mengatakan bahwa saat Anda sampai di surga, Anda akan diberikan upah dari Tuhan sesuai dengan pekerjaan baik Anda.
Ada berbagai macam ayat tentang ihal ni. Matius 10:42 mengatakan, “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." Mungkin memberikan secangkir air atau berbagi makanan kepada mereka yang sedang membutuhkannya terdengar sepele, tetapi, setiap kali Anda melakukan itu, seolah-olah Tuhan sedang berkata, “Aku sedang mencatatnya. Aku sudah merekam semuanya.”
Anda harus memutuskan di mana Anda akan menerima upah Anda. Apakah Anda menginginkannya di kehidupan di Bumi ini, atau Anda menginginkannya di kehidupan selanjutnya?
Yesus berkata, “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat"
(Lukas 6:35).
Jika Anda memilih menerima upah di kehidupan saat ini—seperti kepopuleran, kekayaan, ketenaran, kesuksesan, dan kenyamanan—maka Anda hanya akan menikmatinya selama 80 tahun atau lebih. Tetapi sebaliknya, bila Anda mengumpulkan upah di surga, Anda dapat menikmati upah itu selamanya.
Renungkan hal ini:
- Ungkapan, “Apa yang akan Yesus lakukan jika…?” mungkin terdengar berlebihan dalam budaya Kristen, tetapi bagaimana pertanyaan itu bisa berguna untuk membantu Anda membuat pilihan-pilihan yang akan memberikan Anda upah di surga.
- Menurut Anda mengapa Tuhan ingin mengganjar upah atas ketaatan Anda?
- Dengan cara apa saja Anda tengah berupaya untuk mendapatkan upah di Bumi? Dengan cara apa Anda bekerja untuk mendapatkan upah di surga?
Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 10-12; Efesus 4:17-32
Jangan puas dengan upah yang ditawarkan dunia ini. Sebagai anak Allah, Anda masih punya begitu banyak hal untuk dikerjakan dan dinanti-nantikan!
(Diterjemahkan dari Daily Devotional