08 September 2022
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:22-24 “Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Banyak agama dan filosofi mempromosikan kebohongan lama yang mengatakan bahwa manusia itu hebat atau bisa menjadi dewa.
Biarkan saya perjelas ini: Anda tidak akan pernah menjadi seorang dewa, apalagi menjadi Tuhan.
Dusta yang sombong ini ialah godaan Setan yang paling tua. Setan ingin Adam dan Hawa mengikuti tipu dayanya dan menjanjikan hal ini kepada mereka apabila mereka mau mengikutinya: “Kamu akan menjadi seperti Allah…”
(Kejadian 3:5).
Hasrat untuk menjadi tuhan ini muncul setiap kali Anda mencoba mengontrol sendiri keadaan Anda, masa depan Anda, atau orang-orang di sekitar Anda. Akan tetapi, Anda adalah makhluk ciptaan; Anda tidak akan pernah menjadi Sang Pencipta. Tuhan tidak ingin Anda menjadi tuhan; Dia ingin Anda menjadi seseorang yang saleh, yang mengikuti nilai-nilai, sikap, dan karakter-Nya.
Anda diciptakan untuk “menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya”
(Efesus 4:22-24).
Tujuan akhir Tuhan atas hidup Anda di Bumi bukanlah kesenangan, melainkan pengembangan karakter Anda. Dia ingin Anda bertumbuh secara rohani dan semakin seperti Kristus.
Menjadi seperti Kristus bukan berarti kepribadian Anda hilang atau Anda menjadi manusia tiruan yang tidak berakal budi. Tuhan menciptakan Anda unik, maka tentu Dia tidak ingin membinasakannya. Keserupaan dengan Kristus ialah soal mengubah karakter Anda, bukan mengubah kepribadian Anda.
Setiap kali Anda lupa bahwa karakter Anda ialah salah satu tujuan Tuhan atas hidup Anda, maka Anda akan mudah frustrasi dengan keadaan Anda. Anda akan bertanya-tanya, “Mengapa ini terjadi pada saya? Mengapa saya harus berhadapan dengan masa-masa sulit ini?” Jawabannya ialah karena hidup ini memang sudah seharusnya sulit!
Kesulitan memampukan Anda untuk tumbuh. Ingat, Bumi ini bukanlah surga.
Dalam Yohanes 10:10, Yesus berjanji: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Banyak orang Kristen salah mengartikan janji Allah tentang hidup berkelimpahan ini sebagai kesehatan yang sempurna, gaya hidup yang nyaman, kebahagiaan yang tak ada akhirnya, impain yang jadi kenyataan, dan kelegaan instan dari masalah Anda lewat iman dan doa.
Singkatnya, mereka mengharapkan kehidupan Kristen yang mudah. Mereka mengharapkan surga di Bumi.
Namun, Tuhan bukanlah jin atau hamba Anda. Apabila Anda terjerat dalam gagasan bahwa hidup ini sudah seharusnya mudah, Anda akan menjadi sangat kecewa dan hidup dalam penyangkalan kenyataan.
Hidup ini bukanlah tentang Anda! Anda ada untuk menggenapi tujuan Allah, bukan sebaliknya. Lagipula, mengapa Allah merancangkan surga di Bumi ketika Dia merencanakan hal yang nyata untuk Anda di kekekalan surga?
Renungkan hal ini:
- Kapan Anda mendapati diri Anda mencoba mengendalikan keadaan Anda, masa depan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda?
- Tuhan paling tertarik pada pengembangan karakter Anda, bukan pada kesenangan Anda. Bagaimana hal ini memberi Anda perspektif tentang kesulitan yang Anda hadapi saat ini?
- Dalam hal apa Anda telah melihat Tuhan memberi Anda kehidupan yang benar-benar berkelimpahan, bahkan meski itu bukan kehidupan yang mudah?
Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 3-4; II Korintus 2
Allah memberi Anda waktu di Bumi untuk membangun dan memperkuat karakter Anda, supaya Anda siap untuk kekekalan di surga.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional