Aku akan Bersukacita di dalam Yesus, Juru Selamatku

10 Oktober 2022

Bacaan Hari ini:
Kolose 2:7 “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”


Sikap syukur yang radikal ialah kehendak Allah atas Anda, karena itu memperkuat iman Anda.

Bagaimana bisa rasa syukur memperkuat iman? Itu terwujud di tengah masa-masa sulit—ketika segala sesuatunya terasa tidak masuk akal, ketika Anda tak dapat mengerti segalanya, ketika doa-doa Anda tidak terjawab, ketika semuanya berjalan di luar rencana Anda. Iman Anda semakin kuat di tengah kesukaran, Anda tetap bisa berkata, “Tuhan, aku tahu Engkau yang pegang kendali. Aku tahu Engkau mengasihiku, dan aku tahu Engkau dapat mendatangkan kebaikan dari situasi ini. Aku bersyukur karena Engkau jauh lebih besar dari masalahku.”

Siapa pun dapat bersyukur kepada Allah buat hal-hal baik yang terjadi di hidup mereka. Tetapi jika Anda dapat bersyukur kepada Allah bahkan di saat-saat buruk sekali pun, iman Anda akan bertumbuh kian kuat sebab akar Anda telah menancap semakin dalam.

Ketika Habakuk mengalami masa-masa sulit, ia masih bisa berkata, “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku” 
(Habakuk 3:17-18).

Di tengah semua hal buruk yang terjadi, Habakuk tetap bersukacita. Apa yang membuat dia mampu melakukannya? Sebab dia telah memutuskan untuk menemukan sukacita di dalam Allah: “Aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”

Ketika kemalangan terjadi dalam hidup ini, tetap bersyukurlah sebab Allah adalah Juruselamat Anda. Dia akan menarik Anda keluar. Anda tidak sendirian. Dia tidak akan meninggalkan Anda. Bersyukurlah kepada-Nya!

Bisakah Anda bersyukur kepada Allah ketika hidup ini memilukan? Itulah ujian terakhir dari kedalaman iman Anda. Saat Anda melewati masa-masa sulit, janganlah melihat apa yang telah hilang. Lihatlah apa yang tersisa—dan bersyukurlah untuk itu!

Bersyukurlah kepada Allah atas diri-Nya. Dia telah berjanji untuk tetap merawat Anda melewati situasi sulit tersebut, dan iman Anda akan tumbuh lebih kuat karenanya.

Kolose 2:7 mengatakan, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Renungkan hal ini:
- Bagaimana biasanya Anda bereaksi terhadap keadaan sulit? Menurut Anda bagaimana Allah ingin Anda menanggapinya?
- Apa artinya memuliakan Allah?
- Bagaimana selama ini Anda melihat Allah menguatkan iman Anda lewat masa-masa sulit yang telah terjadi dalam hidup Anda?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Yesaya 48-51; Kolose 1 : 1-14    


Kehendak Allah atas Anda ialah Anda bersyukur secara radikal—bersyukur dalam segala hal. Rasa syukur yang radikal akan memuliakan Allah, menciptakan persekutuan, dan memperkuat iman Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional