Allah Menciptakan Anda, dan Anda adalah Milik-Nya

05 September 2022

Bacaan Hari ini:
Lukas 1:46-47 “Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku.”


Dalam hal merencanakan, banyak orang Kristen bertindak bagaikan seorang ateis. Mereka sadari bahwa Yesus telah menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak benar-benar percaya kepada-Nya. Mereka menganggap mereka dapat merencanakan hidup mereka dengan cara apa pun yang mereka mau. Tetapi pada kenyataannya, Allah menciptakan setiap orang dan menciptakan mereka untuk suatu misi yang unik. Dia memiliki takdir khusus buat setiap individu.

Sekitar dua ribu tahun yang lalu, Allah memberikan rancangan kepada seorang perempuan muda bernama Maria. Dia telah menciptakannya dan telah memilihnya untuk menjadi ibu dari Putra Allah.

Apa respons Maria saat malaikat mengabarkan dia tentang rancangan Allah itu? Maria tidak menjawab, “Saya punya rencana sendiri buat hidup saya. Saya terlalu sibuk. Saya mau melakukan apa yang paling baik buat diri saya.” Tidak, sebaliknya, ia paham bahwa Allah punya misi dalam hidupnya, dan dia bersedia melakukan apa pun yang Dia kehendaki.

Ini respons Maria lewat nyanyian pujian: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” 
(Lukas 1:46-47).

 Maria mengakui bahwa Allah adalah Tuhan dan Juruselamatnya, oleh sebab itulah, ia sangat ingin melaksanakan kehendak-Nya. Maria menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Allah, meski dia tahu tidak ada yang akan memercayainya ketika dia memberi tahu mereka apa yang dikatakan malaikat itu.

Apakah Anda percaya bahwa Allah telah menciptakan Anda untuk suatu tujuan yang spesifik? Alkitab mengatakan, “Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya” 
(Mazmur 100:3).

Banyak orang akan melewatkan rencana Allah atas hidup mereka sekitar 18 inci—jarak antara kepala dan hati. Secara intelektual mereka percaya Injil, namun mereka tidak mengizinkannya untuk mengubah hati mereka.

Sesungguhnya Anda tidak dirancang untuk diri Anda sendiri. Anda diciptakan oleh Allah, Anda diciptakan untuk Allah.

Mungkin Anda tahu tentang Fisika kuantum. Anda mungkin mengerti Teori kekacauan. Atau bahkan mungkin Anda tahu cara membangun roket. Namun jika Anda tidak mengenal Allah, Anda telah kehilangan tujuan hidup Anda yang sejati.

Ketika hidup Anda berakhir, Allah tak akan peduli seberapa hebat Anda dalam karir, atau meminta Anda menunjukkan isi saldo rekening bank Anda. Sebaliknya, Dia akan menanyakan ini kepada Anda: “Apakah engkau sudah mengenal-Ku? Apakah engkau sudah membangun hubungan dengan Putra-Ku yang telah Ku-utus ke Bumi untuk mati di kayu salib demi engkau."

Renungkan hal ini:
- Apa saja rencana yang telah Anda buat buat diri Anda sendiri? Bagaimana rencana-rencana tersebut mencerminkan kepercayaan Anda kepada Allah serta kehendak-Nya?
- Jika saja Anda sepenuhnya memercayakan takdir Anda kepada Allah, apa yang akan berubah dalam kehidupan doa Anda saat ini? Apa yang akan berubah dalam hubungan Anda dengan sesama? Dengan perspektif Anda akan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia?
- Luangkan waktu sejenak, dan tulislah nyanyian pujian Anda sendiri untuk Allah yang menunjukkan bahwa Anda ingin melaksanakan kehendak-Nya dan menjalankan rancangan-Nya dalam hidup Anda.


    Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 146-148; I Korintus 15:12-58    


Hal paling penting dalam kehidupan ialah mengenal Allah—bukan tahu tentang Dia, melainkan mengenal Dia secara pribadi.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional