Apa Penyebab Konflik?

01 Desember 2022

Bacaan Hari ini:
Kolose 3:13 “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”


Anda dan saya tidak suka konflik. Kebanyakan orang berusaha menghindarinya sebisa mungkin! Akan tetapi, konflik adalah sesuatu yang tak dapat dielakkan, sebab tak ada seorang pun yang sempurna.

Namun, jika Anda ingin membangun masa depan yang lebih baik dan menggapai cita-cita Anda, Tuhan memanggil Anda untuk,“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain” 
(lihat Kolose 3:13).

Untuk dapat melaksanakan cara-cara sehat dalam menanggapi konflik, maka Anda perlu mengetahui penyebab umum dari sebuah konflik.:Dalam Nehemia 5, Anda dapat menemukan empat penyebab umum:

1. Kebutuhan dasar yang tak terpenuhi. Kebutuhan ini bisa dalam hal jasmani, rohani, relasi dengan orang lain, seksual, atau finansial.

Pada zaman Nehemia, itu adalah kebutuhan jasmani: Orang-orang Israel kelaparan. Mereka sedang bekerja keras membangun kembali tembok di Yerusalem, tetapi kemudian mengalami kelaparan. “Ada yang berteriak: "Anak laki-laki dan anak perempuan kami banyak dan kami harus mendapat gandum, supaya kami dapat makan dan hidup” 
(Nehemia 5:2).

2. Tertinggal. Ketika kita merasa tak membuat kemajuan sedikit pun, biasanya kita menjadi gampang rewel. Itulah yang selalu jadi cikal bakal konflik.

Orang-orang di Yerusalem terlilit hutang yang kian dalam selama musim kelaparan itu karena persediaan barang semakin sedikit dan harga-harga melambung tinggi. “Dan ada yang berteriak: "Ladang dan kebun anggur dan rumah kami gadaikan untuk mendapat gandum pada waktu kelaparan” 
(Nehemia 5: 3). Pekerjaan mereka tertinggal di belakang.

3. Pemimpin yang tidak peka. Konflik tidak dapat dielakkan ketika orang-orang yang memiliki kekuatan tidak berbuat sesuatu untuk mengatasinya.

Selain kelaparan, orang Israel nyaris tidak selamat oleh karena para pemimpin mereka yang tidak peka: “Juga ada yang berteriak: "Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak yang dikenakan raja atas ladang dan kebun anggur kami” 
(Nehemia 5: 4).
Walaupun mereka sedang berada dalam masa kelaparan yang tak dapat mereka kendalikan, para pemimpin tidak memberikan keringanan pajak sekali pun kepada siapa pun.

4. Merasa tak berdaya untuk mengubah sesuatu. Melihat orang-orang di sekitar Anda sukses, sementara Anda sendiri tak dapat memenuhi kebutuhan Anda sendiri bisa membuat Anda frustasi. Orang-orang di seluruh dunia tengah merasakan hal ini.

Pada zaman Nehemia, pemilik tanah yang kaya raya mengeksploitasi orang miskin. Mereka bahkan membeli anak-anak mereka untuk dipekerjakan sebagai budak! Orang-orang Israel berkata, “Sekarang, walaupun kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka, namun kami terpaksa membiarkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri dimiliki orang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena ladang dan kebun anggur kami sudah di tangan orang lain” 
(Nehemia 5:5).

Setelah mengetahui apa penyebab konflik, maka sekarang Anda perlu mengetahui cara Alkitabiah untuk meresponsnya. Besok kita akan melihat tiga cara.

Renungkan hal ini:
- Apa kebutuhan yang belum terpenuhi yang Anda lihat di sekeliling Anda? Cara apa yang dapat Anda pakai untuk mewujudkan salah satu dari kebutuhan tersebut minggu ini?
- Kapan Anda merasa ketinggalan dalam sebuah proyek atau tugas harian? Bagaimana memiliki perasaan tidak membuat progress dapat menyulut konflik dengan orang lain?
- Pikirkan tentang seseorang yang merupakan pemimpin yang peka. Hal-hal positif apa mengenai orang itu yang menonjol buat Anda?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 7; Ibrani 13    


Selalu selesaikan konflik dalam kasih Tuhan.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional