02 Desember 2022
Bacaan Hari ini:
Amsal 22:1 “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”
Salah satu kebutuhan terdalam dalam kehidupan ialah untuk merasa dihargai. Bahkan Amsal 22:1 mengatakan, “Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.”
Akan tetapi, rasa hormat tidak muncul secara otomatis—Anda harus berusaha untuk mendapatkannya. Salah satu cara mendapatkannya tergantung dari cara Anda menangani konflik. Mengapa? Karena setiap kali Anda terlibat suatu perselisihan, orang lain akan melihat bagaimana Anda meresponsnya.
Nehemia adalah suatu contoh yang tepat dari seseorang yang meraih rasa hormat dari orang lain lewat cara dia menangani konflik.
Berikut ini cara Nehemia merespons konflik yang dapat Anda teladani:
Nehemia berhenti sejenak untuk berpikir masak-masak sebelum berbicara. Dia mendengarkan keluhan dan tuntutan rakyat Israel kepada para penguasa yang mengeruk keuntungan dari mereka di tengah musim kelaparan. Sebelum Nehemia merespons, dia "memikirkannya masak-masak”
(lihat Nehemia 5:7).
Artinya, dia memikirkan keadaan rakyat. Dia memikirkannya dahulu sebelum memberikan respons.;Ia mempersiapkan pikirannya sebelum membuka mulutnya.
Di zaman ini, banyak orang langsung melontarkan pemikiran mereka tentang ketidakadilan tanpa pikir panjang. Tetapi justru sebaliknya, kita perlu, "cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah"
(Yakobus 1:19-20).
Nehemia menyelesaikan konflik secara tertutup. Ketika melihat ketidakadilan yang sedang terjadi, Nehemia tidak memulainya dengan mengutarakan protesnya di ruang publik. Dia terlebih dahulu mencoba membangun jembatan dengan para penentang yang memanfaatkan orang miskin untuk meningkatkan kekayaan mereka sendiri. Alkitab mengatakan bahwa dia "menggugat para pemuka dan para penguasa dengan mengadakan suatu sidang jemaah yang besar untuk mereka"
(lihat Nehemia 5:7).
Ini juga cara Yesus dalam memerintahkan para pengikut-Nya untuk menangani konflik di gereja. Dia berkata dalam Matius 18:15, "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali." Menyelesaikannya secara terbuka adalah pilihan terakhir. Jika ingin dihormati, gunakanlah dengan cara Tuhan.
Nehemiah membela rakyatnya. Dia berkata kepada para penguasa yang lalim, "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? Juga aku dan saudara-saudaraku dan anak buahku telah membungakan uang dan gandum pada mereka. Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu! Biarlah kamu kembalikan kepada mereka hari ini juga ladang mereka, kebun anggur, kebun zaitun dan rumah mereka, pula hapuskanlah hutang mereka, yakni uang serta gandum, anggur dan minyak yang kamu tagih dari pada mereka!"
(Nehemia 5:9-11).
Dan mereka melakukan apa yang dikatakan Nehemia, karena mereka menghormatinya
Jika Anda ingin dihormati, bantulah orang lain dengan tulus. Jangan malah menebarkan rasa takut atau prasangka terburuk atas mereka.
Amsal 11:27 mengatakan, “Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan."
Renungkan hal ini:
- Pikirkan ini untuk seminggu ke depan. Kesempatan apa yang akan Anda miliki untuk berlatih menjadi “cepat mendengar dan lambat untuk berkata-kata”?
- Pikirkan satu waktu di mana Anda bersyukur saat seseorang mendekati Anda secara pribadi untuk menyelesaikan suatu konflik. Apakah tingkat rasa hormat Anda terhadap orang itu meningkat? Mengapa atau mengapa tidak?
- Kapan seseorang pernah membantu Anda untuk mengeluarkan potensi terbaik Anda? Saat ini, apa kesempatan yang Anda punya untuk mendorong orang lain untuk melakukan yang terbaik?
Bacaan Alkitab Setahun :
Nahum 1; Yakobus 1-2
Rasa hormat dan pengaruh berjalan beriringan. Di tengah konflik, ikutilah teladan Nehemia.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional