05 Agustus 2022
Bacaan Hari ini:
2 Timotius 1:7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Ketika Anda dikuasai oleh ketakutan dan kecemasan, Anda bukannya mendekat dengan orang lain, tapi malah menarik diri. Anda takut ditolak, dimanipulasi, tak berdaya, atau dimanfaatkan.
Ketakutan ini seumur dengan peradaban manusia. Setelah Adam dan Hawa berbuat dosa, Allah datang mencari mereka. Kemudian Adam menjawab, "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi”
(Kejadian 3:10).
Dan semenjak itu, orang-orang bersembunyi dari Tuhan.
Secara fisik, mungkin Anda tidak bersembunyi, tetapi mungkin Anda menyembunyikan siapa diri Anda yang sebenarnya. Anda tidak membiarkan orang tahu seperti apa Anda sebenarnya. Anda tidak membiarkan mereka melihat ke dalam diri Anda. Mengapa? Sebab Anda beranggapan bahwa jika Anda menunjukkan diri Anda yang sebenarnya kepada orang lain dan mereka tidak menyukainya, Anda akan berada di sungai terombang ambing tanpa dayung. Dan pada akhirnya Anda berpura-pura menjadi orang lain.
Ketakutan ini membawa pada tiga hal yang dapat merusak hubungan Anda:
Ketakutan membuat Anda defensif. Anda takut untuk membuka diri, tetapi tentunya orang lain dapat melihat beberapa kelemahan Anda. Lalu saat mereka menunjukkan kelemahan Anda, justru Anda malah membela diri Anda dan membalas.
Ketakutan membuat Anda jauh. Semakin Anda takut untuk terbuka dan jujur, izinkanlah orang lain dekat dengan Anda. Tapi kenyataannya, Anda malah menarik diri agar dapat menyembunyikan emosi Anda. Anda menjadi defensif dan jauh.
Ketakutan membuat Anda menuntut. Semakin Anda merasa tidak aman, semakin Anda mencoba untuk mengontrol dan mendominasi. Buat Anda, mungkin itu seperti mengucapkan kata terakhir dalam sebuah argumen. Menuntut selalu merupakan tanda dari rasa takut dan ketidakamanan.
Jelas, rasa takut merusak hubungan Anda. Tetapi dari mana Anda mendapatkan keberanian untuk mengambil langkah pertama untuk terkoneksi dengan seseorang dan bergerak menuju keintiman yang lebih dalam?
Anda mendapatkannya dari Roh Tuhan dalam hidup Anda. Paulus berkata dalam 2 Timotius 1:7, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Bagaimana Anda tahu bahwa Anda dipenuhi dengan Roh Kudus? Ketika Anda menjadi lebih berani dalam hubungan Anda. Daripada takut pada orang lain, Anda bebas untuk mengasihi dan menikmati kebersamaan dengan mereka.
Alkitab mengatakan bahwa "Allah adalah kasih"
(1 Yohanes 4:8)
dan bahwa Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan”
(1 Yohanes 4:18).
Semakin Anda mengenal Tuhan dalam hidup Anda, semakin sedikit ketakutan yang akan Anda miliki dalam hidup Anda.
Titik awal dalam menjalin hubungan dengan siapa pun ialah dengan berhenti sejenak, berdoa, dan berkata, “Tuhan, beri saya keberanian untuk mengambil langkah pertama.” Apakah Anda siap untuk mendoakan setiap hubungan Anda hari ini?
Renungkan hal ini:
- Bagaimana ketakutan memengaruhi hubungan Anda?
- Kapan Anda pernah mengalami bahwa Roh Tuhan memberi Anda keberanian dalam hubungan Anda?
- Dalam hubungan apa Anda perlu meminta bantuan Tuhan untuk mengambil langkah pertama menuju kedekatan?
Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 68-69; Roma 8:1-21
Ketakutan-ketakutan ini menyebabkan Anda tak terkoneksi dengan orang-orang di sekitar Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional