Untuk dapat Mengasihi, Anda Harus Mendengarkan

Untuk dapat Mengasihi, Anda Harus Mendengarkan

06 Agustus 2022

Bacaan Hari ini:
Roma 15:2 “Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.”

Mendengarkan boleh jadi merupakan keterampilan yang paling penting dalam membangun persahabatan dan hubungan.

Tapi terkadang orang menemui masalah dalam hubungan mereka ketika mereka menganggap mendengar dan mendengarkan adalah hal yang sama. Sebenarnya ada satu perbedaan besar antara mendengar dengan mendengarkan.

Anda dapat mendengar sesuatu tetapi tidak benar-benar mendengarkan. 
Saya tidak bisa menghitung sudah berapa banyak pertengkaran yang saya alami dengan anak-anak atau istri saya karena saya mendengar kata-kata mereka tetapi tidak sungguh-sungguh mendengarkan perasaan mereka. Terkadang kata-kata yang terucap tidaklah penting. Seseorang bisa berkata, "Saya baik-baik saja," tapi dari cara mereka mengucapkannya menunjukkan bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Mendengarkan berarti Anda juga mendengar apa yang tidak diucapkan oleh orang tersebut.

Ketika Anda mendengarkan dengan cara seperti itu, Anda sedang menunjukkan empati. Empati berarti menempatkan diri Anda pada posisi orang lain dan mempelajari sudut pandang mereka. Anda bertanya pada diri Anda sendiri, “Bagaimana perasaan saya seandainya saya berada dalam situasi itu?”

Mendengarkan dengan empati berarti Anda mendengarkan tanpa menginterupsi dan mendengarkan apa yang tidak terkatakan—emosi dan ketakutan ada di balik kata-kata. Anda tak perlu mencoba memperbaiki keadaan, sebab terkadang penyembuhan datang dari sesederhana didengarkan oleh orang lain!

Roma 15:2 mengatakan, “Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.”

Apa maksudnya menjadi peka atau ikut memikul beban keraguan orang lain? Itu berarti—saat orang-orang begitu menderita hingga itu membuat mereka lupa dengan keimanan mereka—mereka membutuhkan pengabdian dari seorang teman yang setia. Mereka butuh seseorang yang bersedia hadir dan mendengarkan mereka dengan empati. Apakah Anda akan menjadi teman itu hari ini?

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda dapat menunjukkan kepada seseorang lewat bahasa tubuh Anda bahwa Anda benar-benar mendengarkan?
- Apa manfaatnya bertanya, “Bagaimana yang saya rasakan seandainya saya berada dalam situasi itu?”
- Apa saja cara yang dapat Anda gunakan untuk membatasi interupsi dan gangguan saat mencoba mendengarkan seseorang?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 70-71; Roma 8:22-39    


Anda tak dapat mengasihi orang lain tanpa mendengarkan mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional