Jangan Menyerah!

28 November 2022

Bacaan Hari ini:
Mazmur 142:3 “Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.”


Tuhan tidak ingin Anda berkecil hati dan berhenti di titik tengah kehidupan. Dia ingin Anda mencapai garis finis. Dia memanggil Anda untuk mengandalkan Dia, bukan menyerah.

Mazmur 142:3 mengatakan, “Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.” 

Kemarin kita telah membahas dua penyebab berkecil hati: kelelahan dan frustrasi. 
Hari ini kita akan mempelajari dua penyebab berikutnya.

Penyebab ketiga ialah kegagalan. Ketika orang Israel mencapai setengah jalan dalam membangun kembali tembok Yerusalem, mereka mempertanyakan apakah mereka akan berhasil: "Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini” 
(Nehemia 4:10). 

Butuh waktu lebih lama dari yang diharapkan, dan mereka merasa kewalahan serta patah semangat.

Sesungguhnya tidak ada yang berhasil pada awalnya. Satu-satunya cara yaitu dengan gagal dan belajar dari kegagalan Anda. Kegagalan merupakan batu loncatan menuju kesuksesan. Inilah perbedaan orang sukses dengan yang tidak: Orang sukses melihat kegagalan sebagai rintangan sementara. Sementara orang yang tidak sukses melihatnya sebagai aib dalam hidup mereka.

Amsal 24:16 mengatakan, “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Penyebab yang keempat ialah ketakutan.
Para lawan orang Israel bukan hanya mengolok-olok upaya pembangunan kembali tembok Yerusalem, tetapi mereka juga membuat suatu ancaman: "Mereka tidak akan tahu dan tidak akan melihat apa-apa, sampai kita ada di antara mereka, membunuh mereka dan menghentikan pekerjaan itu” 
(Nehemia 4:11)

 Mendengar lawan Anda berbicara seperti itu, tentu saja itu jadi alasan yang masuk akal buat patah semangat!

Ayat berikutnya mengatakan, “Ketika orang-orang Yahudi yang tinggal dekat mereka sudah sepuluh kali datang memperingatkan kami: "Mereka akan menyerang kita dari segala tempat tinggal mereka,"
(Nehemia 4:12)

 Sebenarnya, mereka yang tinggal paling dekat dengan para lawan ialah yang paling takut. Mengapa? Sebab mereka selalu dikelilingi oleh hal-hal negatif yang ekstrim.

Janganlah fokus pada media negatif. Berpalinglah, atau Anda akan menjadi lebih takut, paranoid, dan khawatir.
Apa yang membuat Anda berkecil hati hari ini? 
Kelelahan, frustrasi, kegagalan, atau ketakutan? Apa pun itu, serahkan semua kepada Allah dan “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita” 
(lihat Ibrani 12: 1).

Renungkan hal ini:
- Apa keputusasaan yang dapat Anda serahkan kepada Tuhan hari ini?
- Pikirkan satu waktu di mana Anda gagal dalam suatu hal, tapi kemudian itu malah menjadi batu loncatan menuju keberhasilan. Bagaimana pola pikir Anda pada saat itu memengaruhi hasil akhirnya?
- Apa pengaruh negatif yang perlu Anda abaikan minggu ini?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 4:6-14 ; Ibrani 11    


Apabila rasa takut mengecilkan hati Anda saat ini, bentengi diri Anda dengan hal-hal baik dan suara-suara yang positif.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional