Tiga Cara Mengatasi Keputusasaan

29 November 2022

Bacaan Hari ini:
Nehemia 4:14 “Maka aku tempatkan rakyat menurut kaum keluarganya dengan pedang, tombak dan panah di bagian-bagian yang paling rendah dari tempat itu, di belakang tembok, di tempat-tempat yang terbuka.”


Bagaimana Anda mengalahkan keputusasaan dalam hidup? Dengan mengikuti teladan Nehemia.

Dalam Nehemia 4, Anda akan menemukan tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk melawan keputusasaan.

Perkuat area yang lemah. Buatlah penilaian yang jujur di area apa Anda paling rentan secara rohani. Apakah Anda paling mudah terpicu oleh kemarahan, nafsu, kesombongan, atau yang lainnya? Apa kelemahan Anda?

Ketika Nehemia mendengar bahwa musuhnya ingin menyerang orang-orang Yahudi yang membantunya membangun kembali tembok Yerusalem, dia “tempatkan rakyat menurut kaum keluarganya dengan pedang, tombak dan panah di bagian-bagian yang paling rendah dari tempat itu, di belakang tembok, di tempat-tempat yang terbuka” 
(Nehemia 4:13).
 Nehemia melakukan pekerjaan rumahnya. Dia tahu di mana tempat paling rentan di kota itu, dan dia membuat sebuah rencana.

Mungkin ada satu area dalam hidup Anda yang membutuhkan penguatan. Untuk melawan keputusasaan, Anda perlu mengatur ulang dan menyusun ulang beberapa hal. Apakah Anda berhutang? Atur ulang anggaran Anda. Apakah tubuh Anda tidak fit lagi? Atur ulang gaya hidup Anda.

Fokus kembali pada Allah. Anda dapat mengatasi keputusasaan ketika Anda berhenti fokus pada apa yang tidak Anda inginkan terjadi, untuk kemudian fokus pada janji-janji Allah. Menjadi bahagia atau putus asa adalah pilihan. Tidak ada yang memaksa Anda untuk berputus asa.

Ketika Nehemia menyadari kegelisahan kaumnya, dia berdiri dan berkata, "Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat” 
(Lihat Nehemia 4:14). Dia mengingatkan mereka akan kebaikan dan kuasa Allah.

Jangan mengingat-ingat hal-hal yang mengecilkan hati Anda. Sebaliknya, pilihlah untuk memikirkan tentang Allah. Yunus 2: 7 mengatakan, “Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.”

Lawan. Tahukah Anda bahwa Anda sedang ada dalam peperangan rohani? Alkitab berkata, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama” 
(1 Petrus 5: 8-9). 

Anda tak dapat melawan musuh dengan pasif. Anda harus berjuang untuk sesuatu yang Anda tahu Allah ingin Anda kerjakan dengan hidup Anda.

Nehemia 4:14 melanjutkan, “Berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu.” Dan tahukah Anda apa yang terjadi selanjutnya? “Ketika didengar musuh kami, bahwa rencana mereka sudah kami ketahui dan bahwa Allah telah menggagalkannya, maka dapatlah kami semua kembali ke tembok, masing-masing ke pekerjaannya” 
(Nehemia 4:15). 

Allah menguatkan mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka.

ketika Anda memperkuat area yang lemah dalam hidup Anda, fokus kembali pada Allah dan berani untuk melawan, maka Anda akan lebih siap untuk melawan keputusasaan.

Renungkan hal ini:
- Di area apa Anda merasa paling rentan saat ini? Apa langkah pertama yang dapat Anda ambil untuk memperkuat area tersebut dalam hidup Anda?
- Apa hal-hal yang Anda fokuskan yang malah sering membuat Anda putus asa? Sebaiknya, apa sifat Allah yang seharusnya Anda fokuskan?
- Bagaimana dengan mengetahui bahwa Anda memiliki lawan di luar sana yang sedang “berjalan keliling seperti singa yang mengaum-aum” memotivasi Anda untuk bekerja keras berjuang melawan keputusasaan?


    Bacaan Alkitab Setahun :
Mikha 5; Ibrani 12:1-17    


Jangan menyerah di area lemah Anda. Sebaliknya, perkuat mereka.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional